Postingan

Maaf dan Terimakasih Aku Sayang Kamu

  Aku tidak tahu harus berkata apa sekarang, tapi sekarang semua benar-benar hilang, semangat hidupku tidak ada lagi, sudah hilang. Dia menghilang bersamaan dengan pesan terakhir yg berisi dukungan sekaligus kata perpisahan. Dia meninggalkan luka yang akan hidup dan abadi selamanya. Ku pikir aku akan baik-baik saja selama ini, nyatanya bayanganmu selalu tersimpan rapi dalam hatiku. Senyummu canda tawamu, motivasi darimu semuanya. Aku bahkan tidak bisa menata hidupku yang berantakan ini. Aku selalu menggantungkan rasa cinta ku rasa peduli pada seseorang yang menurutku aku salah. Tapi kenapa kenapa harus aku?. Di antara banyaknya orang apakah aku yang pantas di sakiti sebanyak ini?. Bukankah kamu juga jahat sebenarnya. Kehadiranmu membawa semangat baru bagi hidupku. Darimu aku belajar mencintai dan dicintai, darimu juga aku belajar bertumbuh dalam luka. Kelak kita akan kembali asing, dengan cerita di dalamnya. Setiap mengingatmu rindu itu akan memanah hatiku dan sakit yang sangat dal...

Alone

  Pernahkah kau berada di situasi ingin di dengar tapi tak ada suara sahutan, ingin di peluk tapi tak ada seseorang yang datang memberikan kehangatan. Kesedihan yang mendalam yang di pendam tanpa ada suara. Kebiasaan itu menjadi realita yang di tunjukkan, senyum palsu seolah semua baik-baik saja. Tanpa sadar kau menikmatinya. Tapi kau telah mati di dalamnya. Entah aku yang salah terlalu muda percaya semua, atau kebaikanku yang membuat seseorang bisa seenaknya terhadapku?. Hei aku ini hidup aku manusia aku punya hati dan harga diri. Aku juga bisa kesal marah dan emosi. Tapi aku bisa memendamnya. Emosi itu berakhir memakanku diam-diam dari dalam. Aku menonton sebuah potcash yang dimana dokter itu menyatakan bahwa emosi yang di pendam akan berakhir di perut dan itulah yang menyebabkan asam lambung meningkat. Bertahun-tahun orang selalu bertanya kenapa kamu kurus, dan bertahun-tahun juga aku mempertanyakan apa yang salah pada diriku, ternyata semuanya ada di pikiranku. Emosi yang ku pe...

Penutup luka

Hari ini tidak hujan tapi aku menangis di bawah selimut sejadi-jadinya, entah apa yang ada dalam pikiranku, tapi seperti banyaknya penyesalan yang terlewati secara sia-sia. Tahun ini adalah tahun terberat dalam hidupku. Tapi tidak ada seseorang yang bisa aku jadikan sandaran, tidak ada teman cerita, semua yang ada tidak bisa jadi pendengar dan mereka hanya mendengar dan menghakimi.  Tidak ada yang benar-benar yang mau memahami. Aku ingin di tenangkan, tangisku ingin di usap, aku ingin di kuatkan, tapi justru orang yang kuharapkan bukanlah orang yang seperti itu. Dan itu membuatku semakin menangis dalam kesedihan. Apakah nanti aku akan baik-baik saja. Pikiranku kini menilai bahwa kepada siapa aku bisa bercerita dan dia benar-benar paham apa yang ku rasakan. Aku hanya butuh di dengar. Di akhir tahun ini aku ingin melepaskan semua kesedihan yang ku lewati sepanjang tahun. Tapi bukan berarti aku ingin mataku bengkak di pergantian tahun. Entah kenapa kehidupanku berubah total. Dulu aku ...

Muak

  Berulang-ulang perasaan itu kembali, perasaan di mana sedih ku diabaikan, tangis ku tak di anggap, amarah ku tak di dengar, lelah ku tak di tanggapi. Aku capek dan sudah muak, caraku melihatmu sudah berubah, sekarang aku paham, alasan seseorang meninggalkan pasangannya, karena mereka tidak di anggap ada dan selalu di abaikan. Aku berfikir keras apakah pilihan ku sudah benar?, semakin aku bertanya sama diriku sendiri semakin aku dihantui bahwa aku akan menderita, saat aku akan bersamamu nanti aku tahu aku akan menderita, kesepian sepanjang waktu sampai aku mati. Pribadimu yang selalu sibuk dengan game dan teman-temanmu selalu membuat ku bertanya, sekarang ini aku sebagai apa?, pacar kah? Atau bukan. Kata-katamu seolah meyakinkanku tapi dari tindakanmu tidak ada yang benar di dalamnya, bahkan aku keadaan sakitpun, kau akan membiarkannya sendiri, karena prinsipmu aku harus menyelesaikan masalahku sendiri, bahkan tangisku, bahkan sedihku, bahkan amarahku harus ku selesaikan sendiri. ...

Darkness

  Malam ini aku mendengar kabar yang sangat tidak mengenakkan, aku adalah orang yang tidak tertarik dengan pesan yang biasanya muncul di grup manapun, memang ku lihat dan ku baca dan biasanya lupa seketika, tetapi entah kenapa pembahasan itu membuatku ingin terlibat, pembahasan yang mereka bahas adalah adanya salah satu alumni murid kami yang meninggal dengan cara bunuh diri.  Aku terkejut tapi tak mengenali siapa pemilik nama itu, tapi kemudian aku bertanya kelas berapa dirinya, saat aku mendengar kelas 11 aku tertegun. Tidak mungkin aku tidak mengenalnya, aku mencari-cari siapa pemilik nama itu. Aku mengenalnya, dia adalah salah satu murid binaanku dulu dimana aku adalah wali kelasnya😭.  Aku sangat sedih sampai tidak habis fikir, aku mencoba mencari kebenaran mengapa dia melakukan hal seperti itu, tapi hanya beberapa yang menyampaikan bahwa dia sedang ada masalah keluarga. Dalam hatiku masalah keluarga seperti apa yang kau hadapi nang, sampai kau mengambil keputusan se...

Hujan

Hujan turun lagi, hujan kini punya arti tersendiri bagiku. Setiap tetesannya mengingatkan aku akan hadir seseorang, seseorang yang sangat sulit di defenisikan. Dulunya aku tidak terlalu suka hujan, hujan itu seakan menghentikan semua aktivitas dan terkesan mengganggu. Menghentikan apa saja yang kau lakukan, tapi sejak mengenalmu hujan mempunyai tempat tersendiri.  Hujan kini membawa ketenangan, keheningan, sejenak aku kembali ke masa lalu, ku ingat hari indah kala itu. Hujan membuat aku rindu, kini aku mengerti kenapa tetesan hujan membawa bahagia tersendiri, karena hujan selalu menciptakan momen antara aku dan denganmu. Kebencianku akan hujan berubah menjadi, andai hujan menghentikan momen kita saat itu, apakah kau akan tetap di sana, tersimpan abadi dalam bayanganku. Mimpi semalam membuat aku sadar rindu membawamu ke alam sadar tanpa sengaja ku nikmati di dalam duniaku sendiri, aku tersenyum bahagia bagai bunga yang mekar, entah apa yang ku pikirkan menghadirkan merah merona di p...

My Serendipity

Kabarmu tak lagi aku dengar, ceritamu dan tawamu tak lagi terhubung denganku. Bagaimana keadaanmu? aku tidak tahu. Hari itu kau menyapa ku kembali, mungkin sudah seribu keputusan kau renungkan dalam pikiranmu untuk menyapa ku. Satu kata yang sulit kau ucapkan akhirnya kau ucapkan dengan keberanian penuh, "aku merindukanmu", entah kenapa hari itu aku tersenyum mendengarnya, dan berfikir bagaimana bisa dia merindukanku?,  hari-hari berlalu, tapi kata-katamu seakan menjadi racun dalam diriku, aku terhanyut, dan seakan kata-kata rindu itu menggerogoti diriku, semakin hari semakin aku merindukanmu.  Astaga dalam benakku, apakah ini ilusi yang ku buat-buat, atau benarkah aku merindu?. Aku berusaha mengabaikannya, tapi perasaan itu semakin menjadi-jadi. Perasaan rindumu yang ku tertawakan itu sekarang ada padaku. Aku berfikir keras alasan apa yang harus ku buat untuk menyapamu. Saat itu ada momen yang tepat menurutku, aku menyapamu dengan sapaan receh, menanyakan ongkos perjalanan k...