Alone
Pernahkah kau berada di situasi ingin di dengar tapi tak ada suara sahutan, ingin di peluk tapi tak ada seseorang yang datang memberikan kehangatan. Kesedihan yang mendalam yang di pendam tanpa ada suara. Kebiasaan itu menjadi realita yang di tunjukkan, senyum palsu seolah semua baik-baik saja. Tanpa sadar kau menikmatinya. Tapi kau telah mati di dalamnya.
Entah aku yang salah terlalu muda percaya semua, atau kebaikanku yang membuat seseorang bisa seenaknya terhadapku?. Hei aku ini hidup aku manusia aku punya hati dan harga diri. Aku juga bisa kesal marah dan emosi. Tapi aku bisa memendamnya. Emosi itu berakhir memakanku diam-diam dari dalam. Aku menonton sebuah potcash yang dimana dokter itu menyatakan bahwa emosi yang di pendam akan berakhir di perut dan itulah yang menyebabkan asam lambung meningkat.
Bertahun-tahun orang selalu bertanya kenapa kamu kurus, dan bertahun-tahun juga aku mempertanyakan apa yang salah pada diriku, ternyata semuanya ada di pikiranku. Emosi yang ku pendam, amarah yang ku tahan, aku diam dan menyelesaikannya sendiri, setelah itu aku kembali seolah tidak ada yang terjadi. Karena pikirku dengan begitu hubungan ini akan baik. Bukan hanya hubungan soal asmara, baik pertemanan atau pun keluarga aku selalu menahan segala bentuk emosi dalam diriku, baik marah, benci, kesal, takut, semuanya aku telan sendiri.
Satu-satunya cara ketika aku sudah berada di batas sabarku, aku akan menangis sejadi-jadinya, dan itu sudah cukup bagiku, tapi aku selalu merindukan momen ketika aku akan di dengar di rangkul dan di peluk, dan segala emosi dalam diriku akan di tenangkan, tapi entah sampai kapan harapanku itu akan muncul. Sekarang situasiku sudah berbeda, teman-temanku yang dulu dekat sudah menemukan jalannya masing-masing. Rekan kerja tidak ada yang benar-benar bisa mengerti kita karena mereka juga punya masalahnya sendiri, membebankan keluarga rasanya tidak pas.
Inilah momen paling krusial dalam perjalanan hidup ini, dimana kamu benar-benar sendiri, sepi sunyi, dan tidak ada semangat dalam hidup. Mungkin perasaan ini semua akan mengalaminya, tp di sini di titik ini serasa aku tertahan sendiri. Aku ingin ada seseorang yang bisa aku ajak bicara apapun yang membuatku tenang, aku hanya ingin tenang, aku tidak menuntut kebahagiaan, terlalu munafik rasanya. Aku hanya ingin bisa menikmati rasa sepi ini dan belajar di dalamnya, tetapi semakin aku sendirian rasanya aku seperti tercekik tenggelam dalam air yang menghanyutkan aku sampe kedalaman yang tidak tau dasarnya. Gelap dan hilang..
Komentar
Posting Komentar