Penutup luka

Hari ini tidak hujan tapi aku menangis di bawah selimut sejadi-jadinya, entah apa yang ada dalam pikiranku, tapi seperti banyaknya penyesalan yang terlewati secara sia-sia. Tahun ini adalah tahun terberat dalam hidupku. Tapi tidak ada seseorang yang bisa aku jadikan sandaran, tidak ada teman cerita, semua yang ada tidak bisa jadi pendengar dan mereka hanya mendengar dan menghakimi.

 Tidak ada yang benar-benar yang mau memahami. Aku ingin di tenangkan, tangisku ingin di usap, aku ingin di kuatkan, tapi justru orang yang kuharapkan bukanlah orang yang seperti itu. Dan itu membuatku semakin menangis dalam kesedihan. Apakah nanti aku akan baik-baik saja. Pikiranku kini menilai bahwa kepada siapa aku bisa bercerita dan dia benar-benar paham apa yang ku rasakan. Aku hanya butuh di dengar.

Di akhir tahun ini aku ingin melepaskan semua kesedihan yang ku lewati sepanjang tahun. Tapi bukan berarti aku ingin mataku bengkak di pergantian tahun. Entah kenapa kehidupanku berubah total. Dulu aku punya kehidupan dengan teman-teman dan keluargaku, tapi kini aku lebih senang menyendiri, dan jarang mengekpos kehidupanku. Aku jadi orang yang tertutup. Dan ini juga yang membuat diriku kesepian sepanjang waktu.

Di tahun yang akan datang, aku ingin mengubah hidupku, aku tahu itu bukan hal yang mudah, tapi aku ingin mencoba, aku tidak ingin hidup terpuruk seperti ini sepanjang waktu. Badanku sakit, tubuhku makin kurus, aku tidak seceria dulu, dan bahkan aku lupa menikmati hidup yang singkat ini. Sekarang aku semakin sering berfikir, ternyata hidup ini sangat singkat, kenapa aku hidup hanya untuk sedih, menangis, overthingking?

Jadi aku memutuskan aku ingin belajar menikmati hidupku, mengubah rutinitas dan pola pikirku. Dan aku akan berusaha semaksimal mungkin. Aku tidak ingin hidup dengan terlalu sibuk memikirkan orang, yang bahkan tidak pernah memikirkan ku sekalipun. Aku akan lebih menyayangi diriku sendiri. 

Aku rindu diriku di zaman SMA yang dimana banyak tugas tapi aku tidak pernah stress dan aku menikmati semua, aku ceria, tidur nyenyak, bahkan hukuman guru yang sering kuterima tidak jadi masalah, entah sejak kapan pola hidup ku berubah aku gampang kepikiran, overthingking dan terlalu memikirkan perasaan orang di banding diriku. 

Ah akhirnya aku paham, gagal masuk PTN dan bersamaan gagal cinta itulah yang mengubah mentalku, aku jadi orang yang gampang sedih dan gampang overthingking, memang aku bukan orang yang cocok menjalin hubungan dengan seseorang. Aku lebih cocok hidup sendiri. Karena ketika aku single energiku hanya untukku, dan aku selalu cantik, ceria, dan gemuk. Tapi ketika aku jatuh cinta dan menjalin hubungan, aku akan memberikan semua energi ku dan duniaku bagi pasangan. Yang bahkan pasangan ku tidak peduli padaku. Aku benci diriku yang seperti itu

Karena itu aku bertekad, aku akan mengubah diriku, aku tahu betul itu bukan perkara yang mudah, butuh effort dan konsisten. Aku akan mulai dari ibadahku dan hubungan spiritual ku. Dan jam doa, jam bangun pagi, dan pola makanku, dan aku akan buat kegiatan rutinitas entah itu olahraga di rumah atau jogging sendiri. Aku harus membiasakan hidup dengan diriku sendiri. Sehingga aku belajar mencintai rasa sepi ini dan aku akan bertumbuh.

Jika aku hanya diam saja aku akan tertinggal jauh dari yang lain, seakan aku hidup di dunia yang berbeda dari orang-orang. Aku akan membangun relasi dengan teman-temanku. Aku akan menulis apa yang kurasakan. Aku akan belajar mengelola keuanganku, aku harus meromantisasi diriku, karena aku tidak mendapatkan itu dari pasanganku. Ibarat pasangan tapi sendiri. Tidak ada bedanya dengan aku single. Aku harus menanamkan dalam diriku bahwa aku tidak punya pacar agar aku lebih sayang pada diriku sendiri.

Tuhan kali ini saja bantu aku, aku ingin berhasil, tuntun aku sepanjang tahun yang akan datang ini, aku tidak punya siapa-siapa lagi. Aku benar-benar sendiri. Semoga aku semakin bersinar, ceria, menambah relasi, menikmati setiap waktu dan momen, dan tidak overthingking lagi, lebih mengutamakan diriku sendiri, dan memilih diriku sendiri di bandingkan orang lain. Karena orang yang paling melukaiku adalah diriku sendiri. Bukan orang lain, karena aku tidak ber hak mengubah pandangan mereka terhadap ku tapi ekspektasikulh yang melukaiku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luka Yang Ku Sembunyikan

Tak ingin usai

Titik Tumbuh🍀