Luka Yang Ku Sembunyikan

 Perjalanan ini membawa ku jatuh ke dalam pemikiran yg tidak bisa ku jelaskan. Angin lembut berhembus menerpa pipi melihat cerahnya sinar matahari di iringi awan yg mengikuti kemana hentinya perjalanan ini. Dalam benak bertanya hidup penuh banyak misteri.


 Pagi ini aku memutuskan untuk pulang ke rumah setelah bertengkar dengan diriku sendiri. Kurapikan semua pakaian yang akan aku bawa sembari menyumbat hidungku yang meler karena flu yang tak kunjung sembuh. Sebenarnya ada perasaan yang tidak nyaman dalam diriku untuk pulang rasa malas yg menggerogoti tubuhku atau rasa benci yang menumpuk yg berada dalam jiwaku. Yang menjadikanku sebagai sosok yang kelam.


 Sepanjang perjalanan aku bertemu salah seorang orang tua murid ku dia menyapa ramah. Dan aku menyapa kembali mempertanyakan orang tua siapa. Tanpa sadar dia membayar ongkos ku. Dalam benakku apakah aku pantas?. Apakah karna dia menilai aku beharga sehingga dia memperlakukanku dengan baik?.


 Entahlah,  tapi ada sedikit rasa bahagia dalam diriku dan aku memgingat kembali kepada kata2 seorang guru dulunya jadilah org baik tak ada salahnya jadi orang baik walaupun dunia sejahat itu jangan merubah dirimu. Ku ingat lagi kata2 itu kupahami lagi.


 Apakah aku bisa memaafkan orang rumah yg sudah banyak menyakitiku atau aku yang terlalu lebay atau aku yang terlalu drama. Atau apa???. 


 Sepanjang perjalananan aku terus mempertanyakannya. Dan ku putuskan lagi. Aku akan memaafkan mereka lagi untuk kesekian kalinya dan berharap aku akan sembuh dengan sendiri nya.


 Ku langkangkah kan kakiku dan kudapati kekecewaan itu kembali lagi. Rumah yang dulu ku anggap hangat kini menjadi dingin dan tak seindah dulu. Tak ingin kembali ke sini lagi itu pikirku. Tapi semakin ku pikirkan semakin aku tenggelam di laut kegelapan yang tidak ada cahaya menarik ku keluar dari sana.


 Aku berusaha keluar meronta ronta berharap ada yang menyelam dan menarikku ke permukaan. Namun aku tersadar tak ada seorangpun. Apakah aku harus menikmati kegelapannya yang menarikku semakin jauh dan menunggu seseorang akan menyelamatkan jiwaku dari sesaknya nafas yang tertahan dalam kedalaman...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak ingin usai

Titik Tumbuh🍀