Tak ingin usai
Detik waktu semakin sedikit teringat aku waktu tangan itu menggemgam erat menghangatkan setiap kedinginan yang tersimpan dalam diriku, rasa sayang yang tulus hadir membasuh hampa dan tangisan, kau hadir dengan segudang pesonamu meyakinkan aku bahwa masih ada terang dari binar matamu dan masih ada kehangatan dari pelukan setiap doa yang kau lantunkan untukku. Aku tidak bisa mendefenisikan kau sebagai apa dalam hidupku tapi yang ku tahu aku selalu bersyukur dan aku tidak menyesalinya. Setiap langkah yang kita buat menjadi setiap balok kehidupan, ibarat batu bata yang kita susun di dunia kita menjadi sebuah rumah, dan tak ada satu orangpun yang benar-benar tahu apa isi di dalamnya. Dunia dimana aku tahu semua suka dukamu, dan kau tahu suka dukaku. Keadaan dimana aku nyaman menjadi diriku dan kaupun demikian, rumah yang berisi setiap kisah dan petualangan yang tidak akan habisnya dan tersimpan setiap memori di dalamnya. Tak ku tahu rumah itu berisi setiap potongan-potonga...